1. Kenapa Allah عزّوجلّ menciptakan kita ? Allah menciptakan kita untuk menyembahnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sebagaimana Firman-Nya سبحانه و تعالي : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ اْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku . (Adz Dzariyat : 56) Dan sabda Rasulullah صلي الله عليه وسلم : حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلاَ يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا Hak Allah atas hambanya, agar supaya menyembahnya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. (Muttafaqun ‘Alaih) 2. Bagaimana caranya kita beribadah kepada Allah سبحانه و تعالي ? Kita beribadah kepada Allah عزّوجلّ sebagaimana yang diperintahkan Allah عزّوجلّ dan Rasul-Nya صلي...
Menolong orang miskin dan anak yatim menunjukkan bukti cinta seorang Muslim kepada Rasulullah SAW . Alkisah, di negeri Arab, ada seorang janda yang sangat miskin . Ia memiliki seorang anak. Karena kemiskinannya itu, ia pun berusaha meminta sesuap nasi kepada siapa saja yang mau berrnurah hati. Janda tersebut mengembara ke mana saja demi nasi dan makanan untuk dia serta anaknya. Suatu hari, ia melintas di sebuah masjid dan bertemu dengari seorang Muslim. Kepadanya, janda ini meminta bantuan. “Wahai, tuan, sudilah kiranya bermurah hati. Anakku sedang kelaparan dan aku mohon pertolongan kepada Anda,” ujar janda tersebut. “Mana buktinya kalau Anda miskin dan anak Anda seorang yatim?” tanya laki-laki Muslim itu. Sang janda tersebut berpikir bagaimana harus menunjukkan bukti yang diminta lelaki itu. Apalagi di situ tidak ada yang mengenalnya. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, ia pergi berlalu dan meninggalkan laki-laki tadi. Tak lama berselang, si jan...
AIR MATA RASULULLAH SAW. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. " Bolehkah saya masuk? " tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, " Maafkanlah, ayahku sedang demam, " kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, " Siapakah itu wahai anakku? " "T ak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya, " tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. " Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut, " kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertain...
Komentar
Posting Komentar